Reaktivasi Kereta Api Yogyakarta-Magelang Bakal Gunakan Jalur Baru

– Rencana reaktivasi Yogyakarta menuju ke Magelang ternyata tak jadi memakai lama. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) nantinya akan menggunakan baru.

Menurut Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, penghidupan kembali jalur lama akan memakai jalur baru lantaran jalur rama terlalu berisiko untuk menimbulkan banyak masalah. “Jalur lama tidak mungkin dilakukan, jalur lama sudah padat penduduk dan berdiri fungsi-fungsi yang mungkin nanti bisa menimbulkan persoalan hukum dan sosial yang lebih banyak,” kata Budi, Selasa (27/12).

Budi sendiri mengakui bahwa jalur lama yang sudah tak beroperasi sejak tahun 1978 silam itu sebenarnya masih layak digunakan dan secara teknis tidak bermasalah. Tetapi agar terhindar dari persoalan, maka pemanfaatan jalur baru dianggap lebih tepat. Namun sebagai konsekuensinya, tentu megaproyek ini kelak bakal menghabiskan anggaran yang lebih besar.

“Kalau jalur baru, tentu butuh dana yang lebih banyak karena pembebasan tanahnya juga lebih banyak,” jelas Budi.

Budi memperkirakan jika untuk 1 kilometer saja akan membutuhkan dana sekitar Rp 400 miliar untuk pembebasan lahan dan rel. Oleh sebab itu jika ingin membangun jalur sepanjang 40 km, maka Kemenhub akan membutuhkan investor yang besar. “Hitung saja. Tinggal kalikan Rp 400 miliar dengan 40. Besar sekali itu,” kata Budi.

“Kita baru melihat potensinya, apakah nanti menggunakan investor dalam atau luar negeri, kita sedang menjajaki,” jelasnya.

Meski sampai sekarang masih belum ada investor yang melakukan penjajakan, Budi memastikan bahwa jalur Yogyakarta-Magelang nantinya bakal memakai rangkai Kereta Rel Listrik (KRL). Karena tingginya dana yang dibutuhkan, maka megaproyek tersebut bisa direalisasikan setidaknya tahun 2020 atau 2021.