Rencana Awal November KA Komersial Sby – Mlg Akan Dioperasikan

– KA Komersial -

KA Komersial – bisnis jurusan Surabaya – Malang direncanakan akan kembali dioperasikan kembali oleh Daop 8 Surabaya.

Sri Winarto, Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya mengungkapkan bahwa untuk menghidupkan kembali jalur Surabaya-Malang dengan KA Komersial ini, pihaknya masih menunggun peraturan yang masih didiskusikan di kantor pusat Bandung.

“Kami menunggu persetujuan saja, diharapkan pada awal November 2013 mendatang, KA komersial Surabaya-Malang ini sudah bisa dioperasikan,” ungkapnya.

Winarto menjelaskan bahwa dengan rencana akan dioperasikannya kembali KA Komersial Surabaya – Malang masalah yang ada akan segera didiskusikan dan diselesaikan termasuk sarana-prasana yaitu infrastruktur lintasan KA. Selain itu yang dibahas juga mengenai kecepatan dan kereta yang akan dioperasikan dan yang akan dijual kepada para pelanggan.

Selain itu juga dibahas yang akan dibahas adalah waktu yang dibutuhkan untuk sekali perjalanan harus kurang dari 1,40 jama atau 100 menit, atau kurang dari waktu tempuh perjalanan jika menggunakan bus.

Jika waktu yang ditargetkan kurang dari 100 menit kondisi infrastruktur rel harus dalam kondisi yang baik. Saat ini kondisi lintasan rel KA Surabaya- Bangil – Pasuruan memang cukup baik namun untuk lintasan rel mulai dari Bangil hingga Malang kondisi relnya kurang baik untuk kecepatan jarak tempuh KA Komersial.

PT KAI Daop 8 Surabaya dulu pernah mengoperasikan KA Komersial Surabaya – Mlang dan KA Jatay, namun kedua rangkaian kereta teresenut telah dihentikan karena dalam pengoperasiannya tidak memenuhi target dari rencananya. Jumlah tidak memenuhi target dan waktu tempuh yang lambat.

Penghentian ini juga karena kedua kereta tersebut kalah saing dengan KA AC lokal Penataran/Dhoho jurusan Surabaya-Blitar lewat Malang.

“Dengan akan beroperasinya KA komersial yang biasanya rute tersebut dilayani oleh KA Penataran yang akan datang ditambah dengan KA komersial. Dan sebailiknya jika akan ke Surabaya atau sebaliknya, sekarang bisa memilih KA ekonomi dan KA komersial,” katanya.

Tentang Mirza Pratiwi 347 Articles
Kontributor berita, berasal dari Madiun: pusat pengembangan industri kereta api di Indonesia. Saat ini sedang menyelesaikan studi Teknologi Informasi di Universitas Negeri Malang. Penulis yakin bahwa masalah transportasi di Indonesia akan lebih baik jika difokuskan pada pembangunan sistem transportasi masal.