Rencana Proyek Kereta Api Kalimantan

akhirnya akan memiliki yang akan menjadi sarana baru di salah satu Pulau terbesar di Indonesia ini.

Rencana Kalimantan ini disambut baik oleh penduduk Kalimantan dan masyarakat Indonesia secara umum. Pasalnya, dengan luas wilayah yang cukup besar, sejauh ini alat transportasi yang digunakan untuk bepergian dari satu provinsi ke provinsi lainnya yang berjarak cukup jauh adalah dengan menggunakan , , atau kendaraan pribadi.

Menggunakan pesawat tentu membutuhkan biaya yang cukup besar, sementara menggunakan kendaraan pribadi atau bus akan memakan waktu hingga 24 jam atau lebih. Dengan adanya rencana proyek kereta api Kalimantan ini diharapkan ketersediaan transportasi kereta api di Kalimantan akan menjadi sebuah alternatif untuk menghubungkan provinsi yang satu dengan lainnya, juga kota satu ke kota lainnya.

Proyek kereta api Kalimantan ini rencananya akan bertitik awal di Kalimantan Timur. Panjang kereta api yang akan dibangun pada rencana proyek ini adalah 2.428 km, dengan kebutuhan dana Rp 22,9 triliun. kereta Trans Kalimantan sepanjang 2.428 km ini akan menghubungkan Kalimantan Timur, Kalimatan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat.

Berdasarkan kabar yang disampaikan oleh Dirut utama PT. KAI, nilai proyek bisa berubah karena sebagian ruas jalur masih dalam tahap studi kelayakan. Apalagi mengingat lokasi yakni Pulau Kalimantan, memiliki karakteristik geografis yang berbeda dari Pulau Jawa sehingga bisa berpengaruh terhadap biaya konstruksi.

Negara yang akan turut serta dalam rencana proyek kereta api Kalimantan ini adalah Rusia. Perusahaan Rusia akan menjadi bagian dalam jalur rel kereta api di Kalimantan ini. Selain untuk memudahkan pengiriman dan Transportasi, rel juga diharapkan membuka lapangan pekerjaan untuk puluhan ribu warga.

Rencananya, proyek kereta api Trans Kalimantan ini nantinya tak hanya menjadi sarana angkutan , namun juga dipergunakan sebagai alat transportasi pengangkut batubara di Kalimantan.