Revitalisasi Museum Ambarawa, KAI Alokasikan Rp 7 Miliar

– PT Indonesia () sedikitnya akan mengalokasikan dana sebesar Rp 7 miliar untukmembangun dan mengembangkan Kereta Api Ambarawa menjadi sebuah museum yang lengkap dengan sarana dan prasarana. Saat ini proses Museum Kereta Api Ambarawa telh memasuki tahap lelang.

“Tahun ini sudah dipastikan dibangun, kita akan mulai menata lokasi . Berbagai fasilitas mulai dari gerbang masuk hingga fasilitas penunjang akan kami wujudkan, tanpa mengubah bangunan bentuk asli museum kereta yang sudah berdiri,” ujar Ella Ubaidi, Kepala Pusat Pelestarian dan Benda Bersejarah , usai menghadiri Perayaan HUT KAI ke-68 dan Refleksi 140 Tahun , di Ambarawa, Minggu (29/9/2013).

Menurut Ella, bangunan cagar budaya Stasiun Ambarawa tidak akan diubah melainkan menambah sarana prasana disekitar bangunan utama. Ella melanjutkan, revitalisasi tersebut telah memasuki tahap lelang.

“Kami menargetkan, satu tahun bisa selesai sesuai ketentuan. Jika mulai Desember 2013, maka akan selesai pada Desember 2014. Bahan bangunannya akan menggunakan bahan lokal karena sifatnya menambahkan bukan memperbaiki bangunan cagar budaya,” imbuh Ella.

Dari master plan yang telah dirancang, terdapat berbagai fasilitas tambahan yang akan dibangun di Stasiun Ambarawa. Diantaranya akan dibangun toilet umum, plaza atau open space, gate jalur VIP, area portir loket, area parkir, jalur putaran choo choo train beserta depo choo choo train, menara lampu, jalur displai lokomotif, ruang khusus area merokok, dan bangunan kuliner tradisional.

Ella menambahkan, jika reaktivasi jelur dari Tuntang menuju Kedungjati terwujud, pihaknya optimis jalur tersebut akan mendukung jalur yang sebelumnya sudah ada. Hingga saat ini kereta wisata uap yang berdepo di Stasiun Ambarawa masih aktif melalui jalur dari Stasiun Tuntang menuju Stasiun Ambarawa, Stasiun Jambu, hingga Stasiun Bedono.

“Mengenal sejarah kereta api Indonesia sangat penting perlu diketahui generasi muda dan itu menjadi ranah kami, adapun program dari untuk reaktivasi jalur kereta Tuntang-Kedungjati nantinya akan mendukung revitalisasi Stasiun Ambarawa menjadi museum terlengkap di Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, ketika ditemui secara terpisah, Raharja ,Sekretaris Disporabudpar Provinsi Jawa Tengah yang mewakili Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, menyebutkan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sangat mendukung dua rencana pemerintah pusat untuk meningkatkan potensi perekonomian dan pariwisata di Jawa Tengah.

“Jika jalur kereta sudah terhubung dan pembangunan museum terwujud, kami membayangkan setiap wisatawan yang hadir nantinya akan disuguhi pertunjukan kesenian daerah. Ini tentu akan meningkatkan daya tarik wisatawan baik lokal maupun asing berkunjung ke Jawa Tengah tepatnya ke Ambarawa. Begitu pula dengan seniman, mereka pastinya akan tergugah untuk mempertahankan disamping berkreasi di bidang seni bila ada kegiatan yang sifatnya rutin,” ungkapnya bersemangat.

Tentang Dinar Firda Rosa 263 Articles
Peminat studi Teknik Informatika, saat ini bermukim di Malang - Jawa Timur