Revitalisasi Rampung, KCI Mulai Uji Coba Stasiun Cakung

Eva Chairunisa, VP Komunikasi Perusahaan PT KCI - kabartangsel.com
Eva Chairunisa, VP Komunikasi Perusahaan PT KCI - kabartangsel.com

Jakarta – PT Commuter Indonesia (KCI) mulai melakukan uji coba modernisasi bangunan baru Cakung, Jakarta Timur. Revitalisasi Cakung ini termasuk Double-Double Track (DDT) Manggarai-Cikarang pada Selasa (9/10). Uji coba dilakukan usai Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jakarta dan Banten (BTPWJB) Kementerian Perhubungan menyelesaikan modernisasi Stasiun Cakung untuk meningkatkan kapasitas serta terhadap para .

“Benar, sekarang masih dalam uji coba layanan bangunan baru DDT di Stasiun Cakung,” kata Vice President Komunikasi PT Kereta Commuter Indonesia, Eva Chairunisa, seperti dilansir Republika. Lebih lanjut Eva menjelaskan, fasilitas DDT Manggarai-Cikarang terbagi dalam 2 paket pekerjaan, yakni DDT Paket A (Manggarai-Jatinegara) dan DDT Paket B2 (1) (Cipinang-Kranji) yang saat ini sudah benar-benar rampung.

DDT sepanjang 35 km antara Manggarai-Cikarang tersebut akan memisahkan jalur kereta rel listrik (KRL) atau commuter line dengan kereta jarak jauh serta ditargetkan beroperasi tahun 2020 mendatang. Stasiun Cakung sendiri kini mempunyai 2 lantai yang terletak di Jalan I Gusti Ngurah Rai. Pada lantai bawah tersedia 2 peron yang melayani 4 jalur kereta arah ke Bekasi dan Jatinegara.

“Untuk kesiapan pelayanan PT KCI juga telah memenuhi fasilitas transaksi dan penempatan sembilan unit gate elektronik pada lantai atas. Sedangkan pendukung pelayanan sejumlah petugas penjualan, pelayanan, kesehatan dan pengamanan juga telah disiapkan,” ungkap Eva.

BTPWJB pun menyediakan fasilitas pendukung seperti 1 unit lift yang terletak di pintu selatan, 2 unit lift, dan 2 unit eskalator yang masing-masing ada di peron 1-2 dan peron 3-4. Tak ketinggalan, ada pula fasilitas pos kesehatan, ruang informasi, ruang kepala stasiun, toilet pria/wanita, toilet khusus difabel dan musala. Tiap ruangan pada lantai tersebut juga dipasangi alarm berupa smoke detector dan APAR (CO2 dan foam). “Di sisi utara Stasiun Cakung juga terintegrasi dengan halte TransJakarta sebagai halte integrasi antarmoda penghubung Stasiun Cakung dengan Terminal Pulo Gebang,” jelas Eva.

Sementara itu, Humas BTPWJB Samsuri menjelaskan jika pembangunan Stasiun Cakung tersebut merupakan bagian dari pembangunan 5 stasiun lain yang dilintasi beberapa track seperti Stasiun Manggarai, Jatinegara, Bekasi, sampai Cikarang. Uji coba dilakukan demi memastikan para penumpang tak kebingungan saat menggunakan fasilitas baru di Stasiun Cakung. “Kita memastikan prasarana itu sudah sesuai standar dan operasional seperti yang diharapkan. Artinya sekarang kita sudah lihat gate berjalan dengan lancar dan sudah digunakan pengguna,” paparnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*