Sejak Awal Tahun 2018 Ada 28 Kasus Pelemparan Kereta Api di Daop 3 Cirebon

Krisbiyantoro, Manajer Humas PT KAI Daop 3 Cirebon - aboutcirebon.id
Krisbiyantoro, Manajer Humas PT KAI Daop 3 Cirebon - aboutcirebon.id

Cirebon – Sejak awal tahun 2018 hingga bulan Juni 2018 rupanya PT Indonesia (KAI) mencatat adanya 28 kasus oleh oknum . Kasus batu terhadap KA yang kebetulan sedang melintas ini tentunya sangat merugikan sekaligus membahayakan keselamatan orang lain.

“Tahun ini sampai bulan Juni tercatat ada 28 kasus pelemparan batu,” ujar Manajer Humas PT Api Indonesia (KAI) Daop 3 Cirebon, Jawa Barat, Krisbiyantoro, Kamis (12/7), seperti dilansir Antara. Kris menyatakan, kasus pelemparan batu di KA yang melintasi wilayah kerja Daop 3 Cirebon pun masih cukup tinggi, mencapai 28 kasus. Dari jumlah tersebut sekitar 7 kejadian berlangsung selama masa angkutan Lebaran beberapa waktu lalu.

“Selain merusak aset negara (KA dan sarana lainnya), pelemparan batu pada KA juga bisa menimbulkan korban hingga membutuhkan perawatan,” jelas Kris. Kris menambahkan, saat batu mengenai kaca jendela kereta tentunya sangat membahayakan pengguna kereta, pasalnya pecahan kaca dan batu yang dilempar tersebut dapat melukai. “Yang sering rusak pada bagian kaca penumpang, hingga pecah kalau batunya besar dan kalau kecil kaca retak, tapi tetap harus kita ganti kaca dan ini merugikan,” imbuhnya.

Menurut Kris, kereta api adalah aset negara yang perlu dijaga bersama, sebab saat terjadi pelemparan batu dan merusak tentunya akan merugikan negara. Oleh karena itu, pihak PT KAI sendiri kerap melakukan sosialisasi terhadap warga, terutama yang bermukim di sepanjang rel kereta api supaya tak lagi melakukan tindakan pelemparan batu.

“Sudah kita lakukan sosialisasi langsung ke lapangan oleh petugas Pam Jalur ke tokoh masyarakat, pemuda dan Desa. Selain itu juga kepada anak-anak sekolah dasar yang berada di sekitar jalur kereta. Karena yang sering tertangkap itu anak-anak,” jelas Kris.

Dari sejumlah kasus pelemparan, rupanya beberapa pelaku yang tertangkap adalah anak-anak, sehingga orang tua sang pelaku pun diwajibkan membuat surat pernyataan supaya anaknya tak lagi mengulangi perbuatan merugikan tersebut. Demi meminimalisir jumlah pelemparan batu, PT KAI juga mengadakan kompetisi kampanye bertema ‘Stop Pelemparan KA’. Kampanye ini mengajak masyarakat untuk tak melakukan pelemparan pada KA yang melintas dan menjaga fasilitas KAI.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*