Sejarah Di Balik Lokasi Strategis Stasiun Malang Kotabaru

Stasiun Kotabaru Malang di tahun 1950-an

Kota Malang merupakan salah satu Kota besar di yang banyak dikunjungi masyarakat dari seluruh daerah di Indonesia. Hal ini dikarenakan banyaknya perguruan tinggi di Malang yang menjadi tujuan favorit para pelajar. Selain itu, besarnya potensi wisata di Kota Malang yang menarik wisatawan untuk mengunjungi Kota yang dijuluki Kota apel. Maka dari itu, transportasi menjadi sarana yang sangat penting bagi Kota Malang. Salah satu sarana transportasi yang paling di gemari masyarakat yaitu , sehingga sarana seperti kereta api dapat menjadi ikon yang menjadi ciri khas Kota Malang. kereta api terbesar yang terdapat di Kota Malang yaitu Kotabaru yang terletak di Kecamatan Klojen.

Stasiun Kotalama di Malang, dibangun tahun 1879
Stasiun Kotalama di Malang, dibangun tahun 1879

Stasiun tertua di Kota Malang adalah stasiun Kotalama, berada paling selatan di Kota Malang. Stasiun itu dibangun pada tahun 1879. Penambahan nama Kotalama dimaksudkan untuk membedakan dengan Stasiun Malang yang dibangun belakangan, dan disebut juga sebagai Stasiun Kotabaru. Dari Stasiun Malang Kotalama itu terdapat percabangan rel menuju ke Dipo Pertamina.

Dibangun pada tahun 1940, stasiun Malang Kotabaru memiliki sejarah yang menarik. berbeda dengan saat ini yang terletak di sebelah Barat rel, pada tahun 1887 stasiun kereta api ini terletak di sebelah Timur rel. hal tersebut dikarenakan pada masa itu di Timur rel terdapat tangsi militer sehingga dibuat berhadapan langsung dengan stasiun.

Namun, dalam perencanaan pengembangan Kota ke arah Barat, hal tersebut diubah. Stasiun kereta api diubah menjadi di sebelah Barat sehingga dapat langsung menghadap Lapangan JP Coen (alun-alun Bundar) yang direncanakan sebagai pusat pemerintahan. Selain itu juga memudahkan akses menuju Jl. Kahuripan, Jl. Kayoetangan, dan Jl. Semeru, yang dijadikan sebagai titik pusat lalu lintas Kota. Pemindahan tersebut disetujui pada tahun 1930.

Perencana Kota Malang pada saat itu yaitu Ir. Herman Thomas Karsten. Stasiun kereta api menjadi elemen yang penting sehingga harus diletakkan di pusat Kota seperti halnya perencanaan kota-kota di Eropa. Selain itu, pada tahun 1983 dibuat jalan kembar dari alun-alun Bunder menuju stasiun untuk menambah kesan monumental pada stasiun. Kemudian dibangun juga taman ditengah jalan tersebut agar terlihat indah. Arsitektur bangunan stasiun kereta api yang dirancang oleh Landsgebouwendienst (Jawatan Gedung Negara) itu menggunakan gaya arsitektur kolonial modern.

Secara keseluruhan ciri dari arsitektur kolonial modern, yang juga sering disebut sebagai Nieuwe Bouwen ini, mempunyai ciri-ciri berwarna putih, atap datar, gevel horizontal, dan volume bangunan yang berbentuk kubus. Sedangkan perancangan teknisnya oleh Jawatan Kereta Api sendiri berdasarkan karya J. van der Eb. Pelaksanaannya dikerjakan oleh biro Algemeen Ingenieurs en Architecten (AIA), sebuah perusahaan pelaksana bangunan dan perancangan yang terkenal pada masa itu.

Hal unik lain yang terdapat dalam sejarah pembangunan stasiun kereta api Kotabaru ini yaitu pembangungan stasiun pada masa itu yang bertepatan dengan adanya isu mengenai Perang Dunia II yang akan melanda Hindia Belanda. Maka, dibangunlah yang menghubungkan dari satu peron ke peron lainnya untuk mengntisipasi udara. Struktur dan sistem kontruksinya juga dibuat menggunakan beton yang tahan ledakan dan kedap gas beracun. Hal tersebut dilakukan berdasarkan nasehat dari pihak militer. Barangkali hal ini merupakan keistimewaan stasiun Kotabaru yang jarang dijumpai pada stasiun kereta api kota-kota lainnya.

Lokasi Stasiun Kotabaru sangat strategis. Stasiun ini terletak beberapa puluh meter dari Alun-Alun Bundar, kompleks SMA (SMA Negeri 1, SMA Negeri 3, dan SMA Negeri 4 Malang), Gedung DPRD dan Balai Kota Malang, Pasar Klojen, Hotel Inn dan beberapa hotel lainnya, serta Markas Kodam V Brawijaya. Di seberang stasiun ini sekarang dibangun pula Taman Trunojoyo yang dilengkapi dengan air mancur nan asri dan fasilitas taman bermain untuk . Di dekat taman itu juga terdapat sentra kuliner kakilima yang buka hingga malam hari.

Tentang Masinis 182 Articles
Memulai karir menulis sejak duduk di bangku SMP sebagai layouter dan redaktur, dan membawa proses kepenulisannya hingga di bangku kuliah. 10 tahun terakhir aktif sebagai tenaga desainer di sebuah perusahaan yang berpusat di Malang. Beberapa tahun terakhir menjadi penumpang setia kereta api pagi rute Malang-Surabaya yang berangkat dari Stasiun Kotabaru jam 04.20 setiap hari. Sejak itu, penulis tertarik dengan segala hal tentang kereta api dan sistem transportasi publik.