Sejarah Perkembangan Kereta Api Jaman Belanda Di Indonesia

Kereta api Loko C3117

Dalam catatan , Belanda menjajah selama lebih dari 350 tahun lamanya. Namun selama masa penjajahannya, Belanda dikenal memiliki pandangan jauh ke depan dalam soal masa depan Indonesia. Belanda telah membangun berbagai sarana yang masih digunakan hingga kini, antara lain pembangunan jalur pantura hingga pembangunan jaringan di seluruh Jawa dan sebagian Sumatera.

Sejarah perkeretaapian di Indonesia diawali pada tahun 1864 dimana pemerintah Hindia Belanda membangun jalur kereta pertama kali dari Kemijen menuju desa Tanggung sepanjang 26 km dengan lebar sepur 1435 mm. Pembukaan jalur ini menjadikan Indonesia negara kedua di Asia yang memiliki jalan kereta api, setelah India.

Keberhasilan pembangunan jalan KA antara Kemijen-Tanggung kemudian terus dilanjutkan hingga menghubungkan kota Semarang-Surakarta hingga akhirnya mendorong minat investor untuk membangun jalan KA di daerah lainnya. Pada tahun 1869, Pemerintah Hindia Belanda mendirikan perusahaan kereta api Staats Spoorwegen (SS) dan membangun lintas an-lintasan di Jawa dimulai dari Batavia-Bogor. Pertumbuhan panjang jalan rel antara 1864-1900tumbuh dengan pesat.

Selain di Jawa, pembangunan rel KA juga dilakukan di Aceh (1874), Sumatera Utara (1886), Sumatera Barat 1891, Sumatera Selatan (1914), bahkan tahun 1922 di Sulawesi juga telah dibangun jalan KA sepanjang 47 Km antara Makasar-Takalar. Dan masih banyak pembangunan jaringan kereta api yang dilakukan pada jaman Belanda.

Sedangkan untuk cikal bakal jalur di Jabotabek, pembangunanya diawali oleh Lintas Batavia-Buitenzorg (Jakarta-Bogor) yang dibangun oleh NIS. Jalur ini dijual kepada SS pada tahun 1913. Hingga pada tahun 1925, jalur KRL pertama di Hindia Belanda pun dibuka dengan elektrifikasi lintas Bogor-Jakarta dengan tegangan 1500V (DC).

Jadi, lebih dari seabad lalu Belanda sudah memulai pembangunan sarana transportasi Indonesia. sudah dibangun sejak jaman Belanda dengan sangat baik dan rapi. Kini, dengan merdekanya negara Indonesia, jaringan jalan kereta api peninggalan Belanda menjadi milik PT Kereta Api Indonesia.

Jejak-jejak sejarah kereta api jaman Belanda masih bisa Anda lihat melalui stasiun-stasiun tua yang dibangun sejak jaman Belanda yang masih berfungsi hingga saat ini. Diantaranya yaitu Stasiun Tawang, Stasiun Semarang, Stasiun Lempuyangan, Stasiun Ambaawa dan masih banyak stasiun lainnya. Bahkan stasiun kereta api kini dialihfungsikan menjadi Museum Kereta Api yang memiliki kelengkapan kereta api yang pernah berjaya pada zaman kolonial.

Salah satu koleksinya yaitu kereta api uap dengan nomor B 2502 dan B 2503 buatan Maschinenfabriek Esslingen yang sampai sekarang masih dapat menjalankan aktivitas sebagai kereta api wisata. Kereta api uap bergerigi ini termasuk unik dan langka dan merupakan salah satu dari tiga yang masih tersisa di dunia. Dua di antaranya ada di Swiss dan India. Selain koleksi-koleksi unik tadi, di museum Ambarawa masih dapat disaksikan berbagai macam jenis kereta uap dari seri B, C, D hingga jenis CC yang paling besar (CC 5029, Schweizerische Lokomotiv und Maschinenfabrik).

Berikut adalah kumpulan beberapa foto sejarah kereta api jaman Belanda:

KRL pertama di Indonesia
KRL pertama di Indonesia
Loko C2602 dan C2602
Loko C2602 dan C2602
Stasiun Ambarawa
Stasiun Ambarawa
Brosur Promosi Nacht Express, layanan KA ekspres Jakarta-Surabaya.
Brosur Promosi Nacht Express, KA ekspres Jakarta-Surabaya.