Semarang, Polsuska Dianiaya, Polisi Lakukan Razia

– Petugas Daop IV bersama dengan beberapa anggota Brimob Polda Jawa Tengah menggelar razia yang berda didalam kereta yang berhenti di Poncol Semarang. Razia ini dilakukan dalam rangka mengantispasi terjadinya kembali penganiayaan pedagang asongan terhadap .

Penganiayaan terhadap polsuska dilakukan oleh 7 pedagang asongan.

Totok Suryono, Kepala PT KAI Daop IV menjelaskan bahwa peristiwa tersebut pada Sabtu, 14 September 2013 sekitar pukul 18.30 WIB. Polsuska yang dianiaya adalah Rahmat Dani Putra (23).

Kronologi peristiw abermula saat tiga orang Polsukan menurunkan tiga pedagang asongan yang nekat naik ke dalam kereta KA Brantas jurusan Kediri – Pasar Senen di Stasiun Poncol Semarang. Setelah berhasil diturunkan namun ada salah seorang pedagang yang berhasil masuk kembali ke dalam kereta yang mulai berjalan.

“Salah satu pedagang lolos dan berhasil masuk lagi. Di dalam kereta masih ada satu Polsuska (korban). Di sanalah penganiayaan terjadi.” ujar Totok.

Didalam kereta yang telah berjalan tersebut ternyata masih terdapat tujuh pedagang asongan yang tidak tertangkap oleh petugas. Akhirnya korban dihajar hingga babak belur. Selain dihajar korban juga hampir saja dibuang keluar kereta yang sedang melaju dengan kecepatan tinggi.

“Untung ada seorang anggota TNI yang melihat hal itu dan menolongnya.”, ujarnya.

Gerombolan pelaku langsung berlari ke gerbong ain saat mengetahui ada anggota TNI yang membantu korban. Sejumlah petugas keamanan telah mengahadang para pelaku di Stasiun Mangkang untuk menangkap mereka. Namun saat sampai para pedagang telah menghilang tidak ditemukan di dalam gerbong.

“Tidak hanya menganiaya, pelaku juga mengambil isi dompet korban. Terkait hal itu kami sudah melaporkannya ke Polsek Semarang Utara. Identitas pelaku sudah diketahui oleh polisi,” ungkapnya.

Tentang Mirza Pratiwi 347 Articles
Kontributor berita, berasal dari Madiun: pusat pengembangan industri kereta api di Indonesia. Saat ini sedang menyelesaikan studi Teknologi Informasi di Universitas Negeri Malang. Penulis yakin bahwa masalah transportasi di Indonesia akan lebih baik jika difokuskan pada pembangunan sistem transportasi masal.