Aturan Baru, Cuma Sepeda Lipat yang Boleh Masuk Kereta Api

Edy Kuswoyo, Manager Humas PT KAI Daop 1 Jakarta - pontas.id
Edy Kuswoyo, Manager Humas PT KAI Daop 1 Jakarta - pontas.id

Per akhir Juli 2019 kemarin, PT Indonesia () telah mengeluarkan aturan teranyar terkait sepeda kayuh yang boleh dibawa naik ke dalam . sepeda yang diperbolehkan naik kereta api adalah sepeda lipat dengan ketentuan berat maksimal 20 kg dan ukuran roda maksimal 22 inch.

“Sepeda lipat yang dibawa harus disimpan di dalam kereta . tidak diperkenankan menyimpannya di dalam kereta makan atau di sambungan antar-kereta,” jelas VP Public Relation PT KAI, Edy Kuswoyo. “Untuk teknis penyimpanan, sepeda lipat harus dalam keadaan terlipat dan dimasukkan ke dalam bagasi atau ruang kosong sekitar kursi masing-masing .”

Edy menambahkan, yang perlu diperhatikan adalah penyimpanan tersebut agar diatur sedemikian rupa sehingga tidak berpotensi menimbulkan kerusakan pada kereta dan tidak mengganggu kenyamanan penumpang. Aturan ini sendiri tidak hanya berlaku pada kereta jarak jauh, melainkan juga untuk (kereta rel listrik) , KA bandara, dan LRT Sumatera Selatan.

“Khusus moda commuter line, sepeda yang dilipat harus masuk dalam dimensi maksimal 100 x 40 x 30 cm,” sambung Edy. “Apabila ingin membawa sepeda jenis lainnya menggunakan kereta api, penumpang dapat menggunakan angkutan barang menggunakan kereta api, salah satunya anak usaha PT KAI yaitu PT KA Logistik atau KALOG.”

KALOG sendiri menyediakan layanan pengiriman sepeda dengan berbagai tujuan di sepanjang Pulau Jawa dan Bali. Selain melayani pengiriman dari ke (station-to-station), KALOG juga menawarkan kemudahan dalam layanan dari pintu ke pintu (door-to-door) sehingga memberikan kemudahan dan kenyamanan lebih kepada para pelanggan.

“Aturan ini kami terapkan agar keamanan dan keamanan sepeda milik penumpang dapat terjaga. Jika disimpan di tempat yang tidak semestinya, dikhawatirkan dapat terjadi kehilangan barang penumpang atau kerusakan terhadap kereta api,” lanjut Edy. “Selain itu, dengan penyimpanan yang lebih baik, penumpang yang hendak berjalan atau keluar masuk kereta dapat menjadi lebih nyaman.”