Stasiun Kereta Api Mainz Ditutup pada Malam Hari

Mulai beberapa minggu yang lalu Mainz saat malam hari. kereta api Mainz ini ditutup karena kekurangan pegawai yang mengatur perjalanan kereta. Sebagian pegawai sedang mengambil cuti dan pegawai lainnya sedang sakit.

Stasiun kereta api di kota Mainz merupakan salah satu stasiun yang berperan penting dalah jaringan kereta di selatan. Baiasanya sebanyak 60.000 yang menggunakan stasiun ini setiap harinya. Banyak kereta ekspress yang berhenti di stasiun ini.

Namun sejak beberpa hari yang lalu, stasiun kereta api Mainz ditutup pada malah hari. Penebabnya bukan karena cuaca buruk ataupun masalah teknis, namun karena kurangnya pegawai yang mengatur perjalanan kereta.

Pengatur perjalanan kereta memiliki tugas untuk mengatur jalur rel dan sinyal untuk kereta yang akan datang dan pergi. Pengatur perjalanan merupakan tugas yang penting di stasiun ini.

“Pengatur perjalanan ini yang mengkoordinasi semua perjalanan kereta. Mereka tugasnya seperti pemandu pesawat di sebuah bandar udara. Tanpa para pengatur perjalanan, lalu lintas kereta api tidak bisa diorganisasi”, kata Anton Hofreit, Ketua Komisi Lalu Lintas di Parlemen Jerman, Bundestag.

Hofreit menjelaskan bahwa penutupan stasiun kereta api Mainz merupakan sebuah “skandal besar” bagi perusahaan kereta api Deutsche bahn.

“Deutsche Bahn sejak lama melalaikan masalah personalia. Karena mereka hanya mementingkan keuntungan. Dengan penghematan, terutama di bidang personalia, mereka ingin meningkatkan keuntungan”,jelas Hofreiter dalam wawancara dengan Deutsche Welle.

Di stasiun kereta api Mainz memiliki 15 petugas pengatur penrjalanan. Lebih dari setengahnya sedang cuti ataupun sakit. Sedangkan pada siang dibutuhkan 8 petugas perjalanan.

Saat ini untuk operasi siang hari petugas perjalanannya pun kekurangan. Akhirnya pda malam hari dihentikan operasinya.

Untuk mengatasi hal ini perusahaan Deutsche Bahn meminta para pegawai yang sedang mengambil cuit untuk segera sukarela membatalkan cutinya. Padahal para pegawai sendiri mengatakan bahwa pihaknya telah menunda – nunda cuti yang mereka ambil.

 

 

Tentang Mirza Pratiwi 347 Articles
Kontributor berita, berasal dari Madiun: pusat pengembangan industri kereta api di Indonesia. Saat ini sedang menyelesaikan studi Teknologi Informasi di Universitas Negeri Malang. Penulis yakin bahwa masalah transportasi di Indonesia akan lebih baik jika difokuskan pada pembangunan sistem transportasi masal.