Surabaya – Mudik Gratis dengan Kereta Api Tujuan Lokal

– Bagi warga Jawa Timur, Pemprov Jatim telah menyiapkan  tujuan lokal. Tiket untuk ini sudah dapat dipesan sejak Kamis, 25 Kuli 2013 kemarin. Tiket ini banyak diserbu warga sebagai alternatif ke kampung halaman.

“Tiket sudah bisa dipesan 7 hari sebelum hari keberangkatan (H-7),”jelas Asisten Manajer Pemasaran PT KA Daop 8 Surabaya, Listianto kepada detik.com.

Pihaknya juga menjelaskan bahwa angkutan mudik gratis dengan kereta api dilaksanakan mulai 2 – 9 Agustus 2013. Untuk angkutan balik grtais tanggal 10 – 13 Agustus.

Setiap hari akan ada 13 kereta api yang akan melayani mudik gratis.

Mudik gratis ini memiliki tujuan lokal yaitu Madiun, Cepu, Malang, Blitar, Bojonegoro dan Kertosono. Penumpang bisa naik dari Pasar Turi, Gubeng dan Semut.

Enam Kereta api yang digunakan untuk mudik gratis ini adalah KA Penataran jurusan Surabaya – Blitar via Malang, KA Rapi Dhoho jurusan Suraba – Blitar via Kertosono dan Kediri, KA KRDE Arjuno jurusan Surabaya – Madiun via Kertosono, KA KRD Cepu jurusan Surabaya – Cepu via Lamongan dan Bojonegoro, KA KRD Bojonegoro jurusan Surabay – Babat – Bojonegoro dan KA KRD Kertosono jurusan Surabaya – Kertosono.

Setiap rangkaian kereta terdiri dari 4 . Setiap gerbongnya akan berisi 150 %. Jadi satu berisi 106 penumpang duduk dan setengahnya penumpang berdiri. Totalnya ada 159 penumpang setiap .

Syarat dan ketentuan untu memesan tiket mudik gratis dengan kereta api ini adalah dengan mengisi formulir dan melampirkan fotokopi KTP penumpang yang akan berangkat. Setiap orang yang mengantri dapat dilayani 4 maksimal 4 tiket atau sesuai anggota keluarga yang tertera di Kartu Susunan Keluarga (KSK).

“Kalau menunjukkan KSK dan di KSK itu misalnya ada 7 orang yang akan berangkat, itu bisa dilayani,” lanjut Listiyono.

Tiket ini dapat dipesan di stasiun yang telah . Tiket ini hanya berlaku untuk nama yang tertera pada tiket. Penumpang akan berangkat sesuai dengan yang tertera di dalam tiket.

Tiketnya akan sama seperti tiket reguler. Hanya saja nominalnya nol rupiah.

Tentang Mirza Pratiwi 347 Articles
Kontributor berita, berasal dari Madiun: pusat pengembangan industri kereta api di Indonesia. Saat ini sedang menyelesaikan studi Teknologi Informasi di Universitas Negeri Malang. Penulis yakin bahwa masalah transportasi di Indonesia akan lebih baik jika difokuskan pada pembangunan sistem transportasi masal.