Tak ingin Didahului China, Jepang kembali Tegaskan Niat Bangun Kereta Cepat di Indonesia

pembangunan api super di mendapat tanggapan tak main-main dari , apalagi menyusul kabar bahwa tengah bersaing dengan China untuk memenagkan proyek tersebut. Dalam pertemuan dengan Menteri Perdagangan , Pihak Jepang menyampaikan keseriusannya untuk menggarap proyek super Rute .

Rachmat Gobel selaku Menteri Perdagangan Indonesia menyampaikan niatan Jepang tersebut dalam siaran persnya. “Jepang menyatakan sangat berminat untuk melaksanakan proyek dan telah membuat feasibility study dengan menawarkan pembiayaan murah yang diiringi dengan pengembangan SDM, pengadaan barang sebagian dari Indonesia, serta alih bagi Indonesia,” tuturnya dalam sebuah siaran pers, Minggu (9/8).

Pertemuan tersebut dihadiri oleh beberapa tokoh penting pemerintahan dan perkeretaapian Jepang seperti  Dr. Hiroto Izumi selaku Penasehat Khusus PM Jepang, Tadashi Maeda selaku Senior Managing Director JBIC, dan Kiyoshi Kodera sebagai Vice President dari JICA (Japan International Cooperation Agency). Dalam kunjungannya ke Jepang tersebut, Menteri Perdagangan Rachmat Gobel juga mendapat kesempatan untuk melihat langsung proses pembuatan Shinkansen dengan datang ke Japan Transport Engineering Company. Pabrik kereta super cepat tersebut ternyata telah mempekerjakan 17 orang tenaga pekerja dari Indonesia untuk memproduksi Shinkansen E7 sebagai seri terbaru. Hal ini turut menjadi bukti bahwa keseriusan Jepang untuk membangun SDM dan Ahli Teknologi dari Indonesia.