Tanggapi Teguran YLKI, Iklan Rokok di Stasiun Tugu Kini Ditutupi Kain Batik

Eko Budiyanto, Manajer Humas PT KAI Daerah Operasi 6 Yogyakarta - www.solotrust.com
Eko Budiyanto, Manajer Humas PT KAI Daerah Operasi 6 Yogyakarta - www.solotrust.com

– Setelah memperoleh teguran dari YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia) terkait iklan rokok yang bertebaran di daerah operasi Yogyakarta, PT Indonesia (KAI) pun akhirnya menginstruksikan penurunan iklan rokok stasiun di wilayah Daop 6 Yogyakarta.

Sejak Kamis (25/10) kemarin sudah tak terlihat lagi iklan rokok di dalam area Stasiun Tugu Yogyakarta. Tiang-tiang stasiun yang sebelumnya terpasang iklan produk rokok kini sudah berbalut kain batik. Neon box yang dipajang iklan rokok tersebut ditutupi kain batik. Daop 6 Jogja melakukan langkah tersebut untuk menonjolkan dan memposisikan kain batik sebagai warisan budaya.

“Kami akan terus berusaha berinovasi untuk memperindah stasiun supaya pengguna KA lebih nyaman dan kangen dengan Stasiun Tugu karena memiliki ke-khas-san dalam penampilan. PT KAI Daerah Operasi  6 tidak mau ketinggalan untuk ikut serta melestarikan batik sebagai salah satu kekayaan budaya nasional yang harus dilestarikan,” jelas Eko Budiyanto, Humas Daop VI, Kamis (25/10), seperti dilansir Tempo.

Walau begitu, ia memang mengakui bahwa penggantian dengan kain batik itu masih belum memenuhi keinginan banyak pihak, terutama bagi pemerhati dan penghobi batik. Akan tetapi pihak KAI Daop 6 akan terus berbenah dan mengupayakan agar tampilan batik di Stasiun Tugu bisa sesuai dengan harapan para pengguna jasa.

“Kain batik di papan iklan ke depan akan kita kondisikan supaya penempatannya pas. Ada permintaan masyarakat yang minta kain batik disesuaikan dengan tempatnya kalau di Yogyakarta ya dengan batik gagrak/corak Yogyakarta kalau di ya batik gagrak/corak ,” sambungnya.

Sebelumnya PT KAI juga sukses mengadakan acara Jogja Internasional Batik Bienelle (JIBB) di Pagelaran kraton Yogyakarta, pada (3/10) lalu. “(Penggantian dengan kain batik) Sebagai wujud PT KAI andil dalam pelestarian budaya adiluhung warisan bangsa,” beber Eko.

Stasiun Tugu sendiri juga sebelumnya sudah mengalami sejumlah pembenahan. Misalnya saja bagi masyarakat yang masuk melalui pintu sebelah utara akan disambut dengan taman air mancur dan hiasan wayang Punokawan yang dipajang di Margo Utomo. Kemudian di halaman timur stasiun tampak bersih dihiasi taman yang asri dan pepohonan.