Tanjung Karang Kini Punya KA Ekonomi Premium yang Dilengkapi Gerbong Khusus Difabel

KA Ekonomi Premium - economy.okezone.com
KA Ekonomi Premium - economy.okezone.com

Jakarta (KAI) Divre IV Tanjung Karang, Bandar baru saja kedatangan 11 unit K3 Premium. premium tersebut juga telah diujicoba dari Tanjungkarang ke Kotabumi, Lampung Utara.

“KA ekonomi premium ini terdiri atas 10 gerbong dan satu gerbong kereta makan pembangkit,” ungkap Kepala Divre IV Tanjungkarang Suryawan di Bandar Lampung, Rabu (21/3), seperti dilansir Okezone.

Tak cukup sampai di situ, gerbong kereta yang baru juga dilengkapi 2 kereta untuk penyandang difabel. “Ya, kita harus memberikan pelayanan kepada semua pihak, termasuk penyandang disabilitas. Hal ini sebagai bentuk perhatian PT KAI kepada orang berkebutuhan khusus,” ujar Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divre IV Tanjung Karang, Franoto Wibowo.

Kesepuluh kereta tersebut memiliki kapasitas 144 tempat duduk yang meliputi 84 tempat duduk dan 64 kursi untuk difabel yang dilengkapi kursi roda dan sebagainya. Dari segi , KA ekonomi premium yang baru lebih baik dari KA ekonomi lainnya. “Semua gerbong dilengkapi pendingin udara serta beberapa televisi layar datar,” beber Suryawan. Kemudian ada pula Wi-Fi gratis, reclining seat, CCTV, dan masih banyak lagi.

Untuk , hingga kini pihak KAI masih belum menetapkan besaran tarif KA ekonomi premium lantaran masih menanti persetujuan Dirjen Perkeretaapian. “Kami mengusulkan harga tidak terlalu mahal atau tidak beda jauh dengan kereta ekonomi,” ucapnya.

Sebagai informasi, tiket KA ekonomi Rajabasa rute Stasiun Tanjungkarang, Bandar Lampung-Stasiun Kertapati, Palembang kini dipatok seharga Rp 32.000. Nantinya rangkaian K3 Premium akan dipakai sebanyak 6 gerbong setiap hari Jumat sampai Senin. Pasalnya pada hari-hari tersebut jumlah penumpang cukup padat.

Jumlah gerbong pun akan disesuaikan dengan jumlah penumpang dan akan ditambah jika kebutuhan meningkat. “Jadi kita lebih diutamakan bagi perawatan masing-masing gerbong, bila tidak digunakan lebih baik kita lakukan perawatan ketimbang dipasang tetapi tidak ada penumpangnya,” tandasnya.