Tunggu Persetujuan, Tarif Integrasi MRT, LRT, TransJakarta Diusulkan Rp10 Ribu

MRT Jakarta - pikiran-rakyat.com

JAKARTA – DKI Jakarta mengusulkan integrasi tiga angkutan darat, yakni TransJakarta, Jakarta, dan Jakarta, sebesar Rp10 ribu. Tarif ini dinilai lebih terjangkau untuk masyarakat jika dibandingkan single tarif atau tarif per masing-masing moda. Meski demikian, persetujuan tentang usulan tersebut masih menunggu keputusan rapat yang digelar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan DPRD Jakarta yang dijadwalkan Selasa (7/6) ini.

“Tarif integrasi Insya Allah besok akan dilakukan pembahasan dengan Komisi B DPRD Jakarta,” ujar Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, pada Senin (6/6) kemarin seperti dilansir dari Detik News. “Melalui rapat ini, kami berharap DPRD DKI Jakarta bisa segera menyetujui tarif integrasi. Dari Pak Gubernur (Anies Baswedan) mengusulkan maksimal Rp10 ribu untuk penggunaan integrasi tiga moda.”

Syafrin mengaku bahwa sebenarnya penerapan tarif integrasi tiga moda mundur dari rencana awal. Meski demikian, pihaknya bakal melakukan percepatan penerapan tarif integrasi setelah mendapatkan restu dari dewan. “Tentu sebagaimana kami sampaikan sebelumnya, menunggu persetujuan dewan yang kemudian akan dilakukan akselerasi untuk penetapan melalui Pak Gubernur,” sambung Syafrin.

Sementara itu, pendiri Forum Diskusi Transportasi Jakarta (FDTJ), Adrianus Satrio Adi Nugroho, berharap tarif integrasi tiga moda di Jakarta melalui JakLingko dapat segera diterapkan untuk menarik pengguna baru transportasi umum. Menurut dia, tarif integrasi yang diusulkan JakLingko sebesar maksimal Rp10 ribu untuk moda TransJakarta, MRT Jakarta, dan LRT lebih terjangkau jika dibandingkan ‘single tarif’ atau tarif per masing-masing moda.

“Dengan tarif yang baru, orang menjadi mau naik MRT. Selama ini mungkin MRT dipandang agak mahal jika dibandingkan dengan TransJakarta yang lebih banyak pengguna. Adanya tarif ini orang jadi mau naik karena lebih terjangkau,” ujar Satrio, dikutip dari Antara. “Tarif integrasi ini juga akan membantu masyarakat mengurangi transportasi umum jika mereka menggunakan transportasi antar-moda.”

Sebelumnya jika menggunakan tarif tunggal, masyarakat harus mengeluarkan biaya Rp14 ribu untuk jarak dari Lebak Bulus-Bundaran HI menggunakan MRT, kemudian ditambah Rp3.500 jika perjalanan dilanjutkan dengan TransJakarta. “Ketika kita naik, itu justru dihitung per kilometer, buka lagi single tarif. Harganya ‘bundling’, tetapi lebih murah,” tutur Satrio.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*