Tarif Murah KRL Commuter Line Tingkatkan Jumlah Penumpang

Murahnya KRL Commuter Line sejak berlakunya yang dihitung berdasarkan jarak membuat banyak memilih naik kereta ber-AC ini. yang sebelumnya menjadi favorit, kini mulai kehilangan . juga berencana menghapus KRL Ekonomi per September 2013.

“Sekarang naik KRL Commuter Line penuh, ekonomi malah kosong. Penumpang yang naik KRL Ekonomi pindah ke Commuter Line soalnya harganya sama,” kata Agus, penumpang KRL asal Bogor, kepada detikcom.

KRL Commuter Line sebelumnya bertarif Rp 9.000-an kini maksimal hanya Rp 5.000 dan berlaku tarif progresif yang tergantung jarak. Sedangkan tarif kereta ekonomi Rp 2.000 flat.

Agus mengatakan, kini penumpang KRL Commuter Line harus berdesak-desakan. Akibatnya pendingin udara sangat tidak terasa. “Ya akhirnya pintunya dibuka soalnya kalau tidak dibuka pengap sekali,” kata Agus.

Agus juga meminta kepada para penumpang KRL Commuter Line agar lebih teliti dan meminta bukti pembelian tiket. Dia pernah membeli tiket dari Bogor-Mangga Besar tapi oleh petugas tiket, ia diberi tiket Bogor-Manggarai. Akibatnya Agus tak bisa keluar dari Mangga Besar karena tujuan tiketnya tak sesuai.

“Akibatnya saya jadi kena denda, padahal saya sudah bilang tujuan saya hendak ke Mangga Besar bukan ke Manggarai,” katanya.

Agus berharap PT KAI meningkatkan jumlah gerbong dan frekuensi KRL. “Saya antre jam 05.00 WIB saja di Bogor sudah padat sekali,” imbuh Agus.

kawat berduri di perlintasan kereta stasiun Tebet
Pemasangan Kawat Berduri di (foto: beritasatu.com)

Lonjakan penumpang yang terjadi di Stasiun-stasiun Jabodetabek, merupakan kendala baru bagi PT KAI. Selain antrean penumpang yang mengular di gerbang elektronik, juga pintu KRL yang diganjal oleh penumpang karena AC yang tidak berfungsi dengan baik. Kendala yang lain adalah hilangnya tiket elektronik KRL karena dibawa penumpang yang tidak melewati mesin gate out.

Untuk mengatasi penumpang yang curang ini, di Stasiun Tebet, Jakata Selatan, PT KAI memasang kawat berduri di perlintasan kereta untuk penumpang yang berusaha menghindari petugas dan tidak melewati pintu keluar-masuk stasiun atau mengambil pintas.

Tentang Dinar Firda Rosa 263 Articles
Peminat studi Teknik Informatika, saat ini bermukim di Malang - Jawa Timur