Tarif Rp20 Ribu, KA Bandara Minangkabau Ekspres Meluncur 21 April?

Zainir, Humas PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) Divisi Regional Sumatera Barat - imapadang.or.id
Zainir, Humas PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) Divisi Regional Sumatera Barat - imapadang.or.id

MINANGKABAU – Minangkabau Ekspres menurut rencana bakal diresmikan pada tanggal 21 April 2018 mendatang. Nantinya, yang melayani Bandara Internasional Minangkabau menuju Stasiun Simpang Haru, di Padang, Sumatera Barat PP tersebut bakal mematok harga sebesar Rp20.000 per orang.

“Rencananya (peresmian) begitu, tetapi jadwalnya masih belum bisa dipastikan karena kewenangan ada di tangan Kementerian Perhubungan,” jelas Kepala Dinas Perhubungan Sumatera Barat, Amran, seperti dikutip Antara. “Semakin cepat operasional kereta bandara dimulai, akan menguntungkan masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan transportasi alternatif menuju pelabuhan udara.”

Sementara itu, Humas PT Indonesia (PT ) Divisi Regional Sumatera Barat, Zainir, mengatakan saat ini Minangkabau Ekspres sudah berada di Stasiun Simpang Haru dan telah menjalani beberapa kali uji coba. Secara teknis, menurutnya, kereta sudah bisa dimanfaatkan untuk mengangkut penumpang dari Stasiun Simpang Haru menuju bandara.

“Tetapi, secara administrasi, masih ada beberapa hal yang harus diselesaikan dengan Kementerian Perhubungan, di antaranya serah terima unit, sistem pengoperasian, dan tarif yang ditetapkan,” tutur Zainir. “Rencananya, operasional kereta bandara ini sepuluh kali setiap hari, yaitu lima kali dari Simpang Haru dan lima kali dari bandara.”

Sebenarnya, pada bulan Maret lalu, Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan telah menetapkan tarif kereta Minangkabau Ekspres sebesar Rp20.000 per orang. Sementara, bagi mereka yang berangkat dari Stasiun Tabing menuju bandara, tarif dikenakan Rp15.000 per orang, dan tarif dari Stasiun Duku menuju bandara sebesar Rp10.000 per orang.

“Tarif KA Minangkabau Ekspres memang lebih murah daripada transportasi bandara lainnya, seperti Perum Damri,” tambah Amran. “Jika tarif lebih mahal dari Damri, maka tujuan hadirnya KA Minangkabau Ekspres ini tidak terwujud, yakni memberikan kemudahan menuju bandara yang ada di Kabupaten Padang Pariaman.”