Tergenang Banjir, PT KAI Pastikan Lintasan Kaligawe Aman Dilalui Kereta

perlintasan Kaligawe - transvertising.com

– Meski banjir sempat menggenangi Kaligawe, Semarang, PT Indonesia (KAI) Daop IV Semarang mengungkapkan bahwa di wilayah tersebut masih lancar dan aman untuk dilalui.

“Ketinggian air masih dalam batas normal. Kalau ketinggian air 10 centimeter di atas rel baru berpengaruh ke KA,” ujar Manager Jalan Rel dan Jembatan Daop IV Semarang, Muhammad Zakir di Semarang, Selasa (14/2).

Ketika hujan deras seharian melanda kawasan Semarang pada Senin (13/2) lalu, tinggi air di perlintasan KA Kaligawe sempat mencapai 2 cm. Di samping itu sebagian wilayah lainnya di Semarang juga mengalami banjir.

Walaupun ketinggian air di perlintasan Kaligawe masih dalam batas aman, pihak KAI tetap mengingatkan seluruh KA supaya berhati-hati saat melintas di sana dengan batas maksimal kecepatan 40 km/jam. “Kami mengerahkan sejumlah petugas di perlintasan untuk memantau ketinggian air. Namun, sejauh ini masih aman dan relatif surut,” ungkap Zakir.

Banjir yang melanda beberapa daerah di Semarang sejak Senin ini mengakibatkan debit air di Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) meluap. Empat kelurahan di kawasan tersebut seperti Tambakrejo, Kaligawe, Sawah Besar, dan Sambirejo pun sempat mengalami banjir namun akhirnya banjir berangsur surut pada Selasa (14/2) kemarin.

Walaupun di empat kelurahan tersebut sudah surut, wilayah lain seperti Tlogosari Semarang justru mulai mengalami banjir setinggi antara 30-50 cm. “Tadi (Senin) malam, belum banjir. Tidak tahu malah paginya banjir. Ya, sekarang sudah relatif surut,” ungkap salah seorang warga Perumahan Tlogosari bernama Toni.

Sedangkan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengaku berupaya memakai pompa air di beberapa titik untuk menyedot genangan air di pemukiman penduduk serta sejumlah ruas jalan. “Penanganan sementara pasti dengan pompa yang sudah dilakukan hari ini. Sudah ada penempatan pompa di beberapa titik. Untuk jangka panjang, nanti normalisasi Sungai BKT,” tandas pria yang biasa disapa Hendi ini.