Tidak Cuma KRL, Kartu Multi Trip Bisa untuk Naik Bus Kota Transcommuter

Petugas menunjukkan tiket Kartu Multi Trip yang terintegrasi dengan bus kota Transcommuter di Stasiun Sudirman, Jakarta - tirto.id

JAKARTA – Kabar gembira bagi Anda yang sering bepergian menggunakan atau . Pasalnya, PT Kereta Commuter Indonesia (PT KCI) baru saja bekerja sama dengan Perum Pengangkutan Penumpang Djakarta (PPD) merilis (KMP). Tidak hanya bisa digunakan untuk naik KRL, kartu tersebut sekarang juga dapat dipakai untuk menumpang kota bernama Transcommuter.

“Peluncuran Kartu Multi Trip ini merupakan langkah nyata dalam melakukan integrasi antar-moda KRL dengan bus PPD, baik dari sisi pembayaran maupun akses untuk pindah ke lainnya,” ujar Direktur Operasi dan Pemasaran PT KCI, Subakir. “Dengan begitu, integrasi yang dilakukan diharapkan dapat memberikan pelayanan dan kemudahan serta nilai lebih tinggi bagi seluruh pengguna jasa KRL.”

Senada, Direktur Perum PPD, Pande Putu Yasa, juga mengatakan bahwa sinergi tersebut ditujukan untuk memberikan kemudahan bagi pengguna jasa angkutan KRL maupun bus. Dengan terintegrasinya KRL dan bus kota, dari segi ticketing maupun dari segi antar-moda, dapat mempermudah masyarakat mengakses transportasi massal.

“Kenapa namanya Transcommuter, karena ada integrasi dengan Perum PPD, dan Transjobedatebk di sini, KCI komuternya. Ini adalah langkah awal pertama dari seluruh operator yang ada di Jakarta,” jelas Putu. “Dengan kerja sama tersebut, menjadi alat transaksi pembayaran tiket selama masa uji coba Transcommuter.”

Untuk tahap awal, Transcommuter yang dioperasikan oleh Perum PPD adalah - Gambir dan -Blok M, dengan harga tiket sebesar Rp5.000 untuk satu kali perjalanan. Pengguna KRL yang tiba di dapat langsung berganti moda ke bus PPD menuju Gambir atau Blok di titik penjemputan yang telah tersedia di pintu keluar stasiun arah Jalan Blora.

Armada Transcommuter ini siap melayani pengguna mulai pukul 05.00 WIB hingga 22.00 WIB setiap hari dengan waktu pemberangkatan 30 menit sekali. Pengguna cukup melakukan tempel KMT pada pembaca kartu yang tersedia di dalam bus dan nantinya saldo akan otomatis terpotong. Bagi pengguna yang tidak memiliki KMT atau saldonya kurang, dapat membeli KMT Edisi Khusus.