Dari Pasar Senen, Tiga Kereta Api Jarak Jauh Kembali Beroperasi

KA Serayu relasi Pasar Senen-Purwokerto - tempo.co

JAKARTA – Mulai Minggu (14/6) kemarin, () resmi mengoperasikan kembali tiga api jarak jauh dari . Ketiga kereta api tersebut adalah KA 306 Begawan relasi Pasar Senen-Purwosari, KA Ekspres relasi Pasar Senen-Tegal, dan KA 322 Serayu relasi Pasar Senen-.

Dilansir dari CNN Indonesia, KA 306 Begawan berangkat dari Stasiun Pasar Senen pada pukul 06.30 WIB, dengan kapasitas dibatasi 70 persen dari total tempat duduk, yakni 666 seat. Kemudian, KA Tegal Ekspres bertolak pada pukul 07.40 WIB dan Pasar Senen dan 08.56 WIB dari Cikampek, dengan kapasitas hanya 592 tempat duduk. Terakhir, KA 322 Serayu berangkat pukul 09.15 WIB dari Pasar Senen, 09.45 WIB dari Bekasi, 10.19 WIB dari Karawang, dan 10.40 WIB dari Cikampek dengan kapasitas 444 seat.

“Pengoperasian KA Reguler yang dilakukan PT KAI tetap diikuti protokol pencegahan penyebaran COVID-19 yang diterapkan pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru,” tutur Kepala Humas PT KAI DAOP 1 Jakarta, Eva Chairunisa. “Hal itu antara lain bisa dilihat dari kebijakan perusahaan yang hanya menjual 70 persen dari kapasitas tempat duduk yang tersedia.”

Eva menambahkan, untuk melakukan dengan KA Jarak Jauh, calon penumpang diharuskan melengkapi beberapa syarat yang tertuang dalam Surat Edaran Gugus Tugas COVID-19 No. 7 Tahun 2020. Berkas persyaratan tersebut harus ditunjukkan kepada pada saat melakukan boarding, jika membeli tiket melalui KAI Access, Web KAI, dan mitra penjualan tiket resmi KAI lainnya. Namun, jika membeli tiket melalui loket go show di stasiun, maka berkas persyaratan dapat ditunjukkan kepada petugas loket.

“Jika saat proses boarding penumpang kedapatan tidak memenuhi ketentuan tersebut, maka mereka tidak diperkenankan melakukan perjalanan dan tiket dapat dibatalkan dengan pengembalian bea penuh 100 persen,” tandas Eva. “Sementara, untuk pemeriksaan tiket saat akan melakukan perjalanan, pada proses boarding penumpang akan diminta melakukan scan tiket secara mandiri, guna mengurangi kontak fisik antara penumpang dan petugas.”