Harga KA Subsidi Tetap, Tiket Kereta Nataru 2019/2020 Mulai Dijual

Edi Sukmoro, Direktur Utama PT KAI - beritatrans.com
Edi Sukmoro, Direktur Utama PT KAI - beritatrans.com

JAKARTA – Bagi mereka yang hendak liburan pada masa dan 2019/2020, PT Indonesia () sudah mulai menjual kereta api jarak jauh reguler pada tanggal 19 November 2019 atau 30 hari sebelum keberangkatan. kereta api subsidi (PSO) dipastikan tidak mengalami kenaikan, sedangkan kereta api non-PSO akan menggunakan batas atas (TBA).

“Masyarakat sudah bisa memesan tiket KA pada H-30 untuk KA jarak jauh dan H-7 untuk KA lokal di seluruh kanal resmi tiket, seperti KAI Access, situs resmi KAI, dan channel lainnya,” jelas Direktur Utama PT KAI, Edi Sukmoro. “Sementara, untuk pembelian tiket di loket , dapat dilakukan 3 jam sebelum keberangkatan.”

Ia menambahkan, untuk KA PSO, tidak ada kenaikan karena sudah fixed. Sementara, untuk KA non-PSO, akan mengikuti aturan yang tidak akan melebihi TBA. Menurut penjelasan Direktur Komersial PT KAI, Dody Budiawan, tiket kereta api akan naik menuju TBA ketika akhir pekan seiring dengan meningkatnya jumlah .

Untuk musim Nataru kali ini, PT KAI akan mengoperasikan 404 kereta api, yang terdiri atas 374 KA reguler dan 30 KA Nataru. Jumlah ini naik 2,5 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, yakni 346 KA Reguler dan 48 KA Nataru. Dengan penambahan tersebut, otomatis juga meningkatkan kapasitas tempat duduk harian sebesar 4 persen, menjadi 250.012 kursi.

“KAI memprediksi akan ada kenaikan jumlah penumpang kereta api sebesar empat persen menjadi 5,9 juta penumpang (dibandingkan masa Natal dan Tahun Baru 2018/2019),” sambung Edi. “PT KAI sendiri akan membuka masa angkutan Natal dan Tahun Baru selama 18 hari, yakni mulai 19 Desember 2019 hingga 5 Januari 2020.”

Untuk keamanan dan kenyamanan, perusahaan juga telah menyiagakan 477 petugas penilik jalan (PPJ) ekstra, 908 penjaga jalan lintas (PJL) ekstra, dan 355 petugas posko daerah rawan ekstra guna mengantisipasi musim hujan. Total ada 1.740 petugas disiagakan untuk mengamankan perjalanan KA sepanjang lintas KA Jawa dan Sumatera untuk memantau terjadi rintang jalan atau peristiwa luar biasa yang berisiko menghambat.