Tiket Kereta untuk Natal dan Tahun Baru dari Tasikmalaya Sudah Habis Terjual

Ilustrasi : Para penumpang menaiki kereta api - tribunnews.com

Tasikmalaya – Perayaan 2018 dan 2019 sudah semakin dekat. Rupanya reguler untuk pemberangkatan dari Tasikmalaya dikabarkan telah ludes terjual. Meski demikian, kabarnya ada kereta api untuk keberangkatan tanggal tertentu yang masih tersisa.

“Tiket dari Tasikmalaya – Surabaya sampai tanggal 4 Januari 2019, Pasundan Reguler habis,” ujar kepala Tasikmalaya, Arief, di Tasikmalaya, Rabu (12/12), seperti dilansir Tribunnews.

“Tiket eksekutif Argo Wilis tanggal 24 masih tersedia, Kalau untuk jurusan Solo untuk tanggal 20 masih tersedia Kemudian tujuan Pasar Senen , tiket tanggal 20 dan 21 masih tersedia, dan tiket tanggal 22 dan 23 hanya tersisa tiket Serayu Malam untuk jadwal Pagi habis, tanggal 24 sudah habis timur maupun barat,” sambung Arief.

Agar dapat tetap mengakomodir kebutuhan para yang akan melakukan menggunakan kereta api pada masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), pihaknya siap untuk mengoperasikan 4 kereta tambahan. “Kami ada penambahan 4 kereta jadi 8 kereta PP,” beber Arief.

Sementara itu, terkait kesiapan Stasiun Tasikmalaya, Arief mengatakan jika pihaknya sudah melakukan persiapan dari segi pelayanan terhadap para pengguna jasa. “Kesiapan dari pihak stasiun, kami berkoordinasi dengan eksternal kemudian juga meminta tambahan tenaga dari kantor untuk pelayanan penumpang,” beber Arief.

Di samping itu, pada lintasan jalur wilayah Stasiun Tasikmalaya kabarnya juga ada titik rawan yang perlu diwaspadai lebih lanjut demi kenyamanan dan keselamatan perjalanan kereta api. “Adapun, daerah rawan itu di sekitar Garut. Disana rawan longsor. Terlebih saat ini musim hujan. Sedangkan untuk wilayah Stasiun Tasikmalaya, alhamdulillah tidak terdapat titik rawan,” papar Arief.

Pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) sendiri aktif melakukan inspeksi kesiapan stasiun dan lintasan kereta menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Pasalnya intensitas perjalanan diperkirakan akan meningkat sejak tanggal 20 Desember 2018 sampai 6 Januari 2019 mendatang.

“Kami cek dan berdiskusi titik mana saja yang harus disiapkan penjagaan. 1400 totalnya penjagaan di titik rawan, kami juga siapkan pengamanan bekerja sama TNI-Polri untuk mengamankan di stasiun maupun di lintasan,” ujar Direktur Utama PT KAI, Edi Sukmoro.