Tiket Pesawat Mahal, Penumpang Kereta di Gambir & Senen Naik 15%

Dadan Rusdiansyah, Executive Vice President KAI Daop 1 Jakarta - wap.mi.baca.co.id
Dadan Rusdiansyah, Executive Vice President KAI Daop 1 Jakarta - wap.mi.baca.co.id

Gambir – Kenaikan pesawat dan diberlakukannya kebijakan baru bagasi berbayar oleh sejumlah maskapai berbiaya murah pada penerbangan domestik rupanya telah membuat masyarakat mulai beralih ke moda lain seperti .

Akan tetapi warga di Gambir, Jakarta Pusat mengaku bahwa kenaikan harga tiket pesawat tak terlalu mereka pikirkan dalam kondisi tertentu. Menurut kereta bernama Toto, ketika situasi mengharuskannya untuk segera ke lokasi tujuan, maka ia akan lebih memilih naik pesawat. “Kalau urgent naik pesawat, kadang ya kalau ada uang (lebih) juga naik pesawat,” jelas Toto, Jumat (8/2), seperti dilansir Tribunnews.

Senada, penumpang lain bernama Tuti juga mengatakan ia akan memilih naik pesawat pada kondisi tertentu saja. “Nggak masalah sih saya (tiket pesawat mahal) bila kondisinya lagi urgent untuk segera ke lokasi,” ujar Tuti.

Walaupun ada sebagian penumpang yang memilih naik kereta, tetapi kenaikan penumpang di Stasiun Gambir dan Stasiun Pasar Senen tak terlalu mencolok. Menurut Executive Vice President KAI Daop 1 Jakarta, Dadan Rusdiansyah, terdapat peningkatan pengguna kereta api meskipun tidak terlalu signifikan.

“Peningkatan pasti ada, kurang lebih sekitar 15 persen. Pengguna kereta api mengalami peningkatan beberapa bulan ini,” beber Dadan. Lebih lanjut Dadan menuturkan jika kenaikan jumlah penumpang kereta api ini sebagian besar menuju Kota Surabaya.

Menurut penumpang bernama Ghofur, kenaikan harga tiket pesawat cukup membebani masyarakat yang sering menggunakan transportasi udara. “Pasti terbebani masalah tarif pesawat mahal, itu sudah pasti. Dampaknya mereka yang biasa pergi naik pesawat jadi mikir lagi. Apalagi yang tujuannya luar Pulau Jawa. Kalau masih Pulau Jawa bisa cari alternatif lain seperti kereta. Ke luar Jawa mau naik kapal, estimasi waktu bertambah lagi,” ucap Ghofur.

Ghofur menilai, pemerintah seharusnya dapat mengkaji ulang tarif batas bawah dan atas tiket pesawat, karena bisa mempengaruhi sektor pariwisata di Indonesia. Pasalnya kenaikan harga tiket pesawat, khusus pengguna kelas ekonomi akan berpikir ulang untuk bepergian. “Tiket pesawat Jakarta Singapore saja, itu murah. Lebih mahal, misalnya, ke Batam, Surabaya. Jadi ini perlu dikaji ulang,” katanya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*