Tiket Promo Kereta Api dalam Rangka HUT PT KAI

Yogyakarta – Dalam rangka hari ulang tahun PT Indonesi ke 68, siapkan sepanjang bulan September. Selain itu dikeluarkannya promo dalam rangka ulang tahun ini juga untuk meningkatkan jumlah penumpang kereta api.

“Program tiket promo ini juga ditujukan untuk meningkatkan minat penumpang kereta api komersial jarak menengah dan jauh untuk menggunakan moda tersebut,” jelas Sumarsono, Manajer Humas (KAI) Daop VI Yogyakarta kepada Antaranews.

Tiket promo ini dapat dipesan mulai 1 – 25 September. ini dilakukan untuk keberangkatan 1 – 30 September.

Dalam satu rangkaian kereta, PT KAI telah menyiapkan 10 hingga 12 tempat duduk untuk tarif promo  yang dapat digunakan oleh para penumpang. Penentuan tempat duduk ini dilakukan secara acak oleh PT KAI.

“Sampai saat ini, tiket promo untuk keberangkatan 29 dan 30 September masih tersedia pada sebagian kereta api. Mungkin mulai Selasa (3/9), tiket promo ini sudah diserbu oleh calon penumpang,” ungkapnya.

Tiket promo ini dapat diperoleh di semua loket penjualan kereta di onlne, call center 121, agen resmi tiket maupun melalui pemesanan . Tiket yang telah dibeli tidak dapat dibatalkan, ditunda ataupun diganti hari keberangkatannya.

PT KAI Daop VI Yogyakarta telah mempersiapkan tiket murah promo seharga Rp 100ribu untuk kereta Argo Wilis, Argo Lawu, Argo Dwipangga, Gajayana, Bima, Turangga, Taksaka dan Bangunkarta.

Sedangkan untuk tiket Lodaya jurusan Solo – Bandung dan Sancaka jurusan Yogyakarta – Surabaya dihargai dengan Rp50ribu untuk ekskutif dan Rp30ribu untuk bisnis.

Tiket Senja Utama Yogayakrat jurusan Yogayakarta – Jakarta, Senja Utama Solo jurusan Solo – Jakarta dan Fajar Utama Yogyakarta jrurusan Yogyakarta – Jakarta dikenai harga Rp 40ribu.

Mutiara, Bogowonto dan Gajahwong Rp 50ribu.

Krakatau, Majapahit Rp 75ribu.

Malabar Rp100ribu, Malabar Bisnis Rp 75ribu dan Malabar AC Rp50ribu.

Malioboro Ekspres ekskutif Rp 50ribu dan Malioboro Ekspres Ekonomi AC Rp 30ribu.

Tentang Mirza Pratiwi 347 Articles
Kontributor berita, berasal dari Madiun: pusat pengembangan industri kereta api di Indonesia. Saat ini sedang menyelesaikan studi Teknologi Informasi di Universitas Negeri Malang. Penulis yakin bahwa masalah transportasi di Indonesia akan lebih baik jika difokuskan pada pembangunan sistem transportasi masal.