Tindaklanjuti Aksi Sabotase KA Mudik, Kepolisian Periksa Jalur lintasan KA Semarang

Penemuan bongkahan batu yang diduga sebagai aksi sabotase di lintas selatan Cilacap, 3 hari yang lalu (23/6) membuat harus semakin berhati-hati. Sebagai usaha antisipasi lanjutan, pihak Kepolisian turut melakukan rel di wilayah Gayamsari hingga ke Timur menjelang arus dan balik . “Jalur ini merupakan akses utama ratusan di pantura,” ujar Komisaris Dili Yanto yang menjabat sebagai Kapolsek Gayamsari, kemarin (22/6).

Dalam pemerikasaan tersebut memang tidak ditemukan aksi sabotase serupa, namun justru mendapati banyak penambat rel yang hilang dan tidak sedikit penambat rel yang sudah kendor. “(penambat rel) yang hilang diduga dicuri oleh orang yang tidak bertanggung jawab,” lanjut Dili Yanto. Upaya pemeriksaan ini juga diupayakan berdasar laporan masyarakat yang mengeluhkan kondisi , seperti kondisi rel yang tidak layak, minimnya rambu peringatan, dan mengenai perlintasan tak berpalang . “Berbagai temuan ini kami koordinasikan dengan PT KAI,” ungkapnya.

Sebelumnya aksi sabotase terjadi di lintasan kereta api , tepatnya di perlintasan kereta api antara Stasiun Sikampuh dan Stasiun Maos di Cilacap, Jawa Tengah. Pelaku menempatkan sebongkah batu besar berukuran 45×30 cm untuk mengganjal rel di atas jembatan KA tersebut. Batu tersebut pertama kali ditemukan pada pukul 08.06 pagi oleh Adi Wahyu Pamungkas (32), Juru Pemeriksa Jalur (JPJ) yang saat itu sedang bertugas memeriksa jalur rel kereta api. Padahal, pada pukul 09.30 akan melintas KA angkutan semen Holcim tujuan Stasiun Lempuyangan dari arah Maos.