Transportasi Kereta Api Pakistan Akan Didesain Ulang

Islamabad – Layaknya Indonesia, juga memiliki transportasi yang padat . Ratusan ribu umat muslim di Pakistan memanfaatkan moda transportasi ini sebgai salah satu alternatif untuk berpergian. Namun, muslim Pakistan masih mengeluhkan satu pelayanan dari moda transpotasi ini yaitu kurangnya penumpang untuk menjalankan ibadah solat.

Untuk menanggapi keluhan dari masyarakt tersebut, pihak otoritas perkeretaapian Pakistan berencana akan melakukan ulang pada untu memenuhi keinginan muslim Pakistan.

“Kami () lama mendengar permintaan itu. Namun, ada baiknya masyarakat menyampaikan sejak awal,” ujar Saad Rafiq, Menteri Federal perkeretaapian kepada Onislam.net.

Saad menjelaskan bahwa desain baru ini akan dilaksanakan saat proyek baru dibuka. Perintah telah diberikan kepada otoritas perekeretaapian untuk segera melaksanakan desain baru tersebut. Penyelesaian desain tersebut akan dilakukan secara bertahap.

“Mendesain ulang kereta bukan pekerjaan yang mudah, terutama ketika Anda kehabisan uang,” ungkapnya.

Saad meminta kepada masyarakat untuk bersabar untuk mendapatkan kereta seperti yang mereka inginkan.

Skema desain telah diajukan, setiap moda transporatsi kereta api akan dilengkapi dengan pemandu arah kiblat serta peugas yang akan memandu penumpang saat akan menjalankan ibadah solat.

“Saya akui ini merupakan tantangan. Yang pasti, kami tetap memperhatikan kenyamanan penumpang,” katanya.

Transportasi kereta api saat menjadi perbincangan di dalam pemerintahan Pakistan sejak lama. Permasalahannya adalah berpindahnya penumpang dari transportasi kereta api ke transportasi lainnya.

“Kereta api lebih nyaman dan cepat ketimbang bus atau kendaraan pribadi. Masalahnya hanyalah satu, tidak ada tempat untuk shalat,” ujar warga Karachi, Manzoor Husseinm.

Tentang Mirza Pratiwi 347 Articles
Kontributor berita, berasal dari Madiun: pusat pengembangan industri kereta api di Indonesia. Saat ini sedang menyelesaikan studi Teknologi Informasi di Universitas Negeri Malang. Penulis yakin bahwa masalah transportasi di Indonesia akan lebih baik jika difokuskan pada pembangunan sistem transportasi masal.