Trek Curam Jadi Kendala Reaktivasi Jalur KA Bogor-Bandung

() berencana menghidupkan kembali menuju dan sebaliknya, guna mempersingkat asal Bogor yang ingin ke Bandung. Namun, pengaktifan kembali ini diperlukan sejumlah perbaikan, salah satunya mengenai perbaikan yang menanjak dan curam.

“Jalur ini harus diperbaiki karena ada kemiringan yang cukup tinggi. Jadi, sekarang kami sedang mencari solusinya,” ujar Direktur Utama PT KAI, Edi Sukmoro. “Tanjakan yang agak panjang ada di Cianjur, tepatnya di Padalarang. Jadi, ini harus dihitung kembali untuk reaktivasi, selain perbaikan trek yang memang sudah harus diganti.”

Nantinya, aktivasi kembali jalur kereta api tersebut mula-mula diperuntukkan kereta penumpang, dan selanjutnya untuk kereta . Hal ini mengingat di wilayah ini terdapat sejumlah sehingga diharapkan bisa meningkatkan kegiatan ekonomi di sekitarnya. “Utamanya penumpang dulu, tetapi kalau (kereta) bisa, mungkin juga bisa diangkut karena di sana terdapat banyak sentra industri dan kerajinan,” sambung Edi.

“Meski demikian, untuk kepastian reaktivasi jalur ini, kami masih menunggu izin dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan,” tambah Edi. “Kami berharap, pengoperasian kembali jalur kereta api ini termasuk dalam agenda Kementerian Perhubungan di tahun 2017.”

Selama ini, jika penumpang dari Bogor yang ingin bepergian ke Bandung menggunakan kereta api, mereka harus ke Jakarta terlebih dahulu. Sementara, saat ini hanya tersedia kereta api untuk rute dari Bogor menuju Sukabumi dan Cianjur.

1 Comment

  1. Oh, maksudnya jalur tanjakan Rel KA di petak Cipatat – Tagogapu dekat Padalarang ya? Yang dikenal sebagai jalur tanjakan paling ekstrim / curam non roda gigi (kemiringan 40 M / Km) di Pulau Jawa?
    Apakah waktu KA Lokal Cianjuran (1 Lok BB 301 dengan 2 – 3 Kereta Penumpang K3 dan K2) masih berdinas beberapa tahun yang lalu juga pernah melewati jalur tanjakan yang “mengerikan” itu?

Komentar ditutup.