Tugu Kali Bekasi akan Dipindah untuk Pembangunan Double Track

perjuangan di Jalan Ir Juanda, , akan digeser oleh Kota Bekasi, Jawa Barat. Penggeseran tersebut dilakukan untuk mendukung sarana PT Indonesia (KAI).

“Dipindah atau bagaimana, sehingga tidak menghilangkan monumen sejarah,” ujar Ahmad Syikhu, Wakil Wali Kota Bekasi, Minggu (20/10/2013).

Menurut Ahmad, hingga saat ini belum ada keputusan terkait pemindahan tugu. Sebab, Pemkot Bekasi dan masih akan membicarakan pembangunan Double Track yang terbentur dengan tugu tersebut.
“Masih akan dibicarakan lagi, karena ini menyangkut sarana transportasi,” ujar Ahmad.

Sementara itu, pihak PT KAI mengaku masih menunggu persetujuan dari Pemerintah Bekasi terkait pembangunan Double Track yang akan melintasi Bekasi sampai ke Cikampek dari Manggarai, Jakarta Selatan.

Pembangunan Double Track ini membutuhkan perluasan lahan, karena akan dipasang empat rel di lokasi tersebut. Lahan yang akan digunakan untuk perluasan tidak lain adlah lahan berdirinya monumen sejarah berupa tugu.

Tugu perjuangan yang telah berdiri sejak tahun 1995 tersebut merupakan monumen perjuangan rakyat Bekasi saat memperjuangkan kemerdekaan. PT KAI yang juga menghormati nilai-nilai sejarah yang dimiliki tugu tersebut, akan mengupayakan pemindahan tugu tak terlalu jauh dari lokasi semula.
“Masih menunggu surat perintah dari pemerintah Bekasi,” ungkap Teguh Budiono, Wakil Kepala Stasiun Bekasi.

Tugu Kali Bekasi merupakan monumen perjuangan rakyat Bekasi di masa perang kemerdekaan. Bangunan tersebut berada di tepi Kali Bekasi, sebelah timur Stasiun Bekasi dan bersebelahan dengan jembatan rel.

Dalam catatan sejarah Tugu Kali Bekasi, pada 19 Oktober 1945, Sambas Atmadinata, Komandan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) Jatinegara, menginformasikan kepada Zakaria, Komandan TKR di markas Bekasi, ada 90 tentara Jepang akan melintas menggunakan kereta menuju Bandar Udara Kali Jati Subang.

Zakaria memerintahkan Kepala Stasiun Bekasi agar memindahkan jalur perlintasan dari jalur dua ke jalur satu yang merupakan jalur buntu. Akibat pemindahan jalur tersebut, kereta yang membawa pasukan Jepang berhenti tepat di tepi Kali Bekasi. Saat kereta digeledah oleh pejuang pribumi, ditemukan banyak senjata api. Pejuang pun marah meskipun awak kereta menghadang dan memperlihatkan surat perintah jalan. Perang antara pejuang Bekasi dan tentara Jepang pun tak terhindarkan. Kali Bekasi yang awalnya jernih menjadi merah karena darah pejuang. Perang di pinggir Kali Bekasi ini membuat Jepang marah karena dianggap menyalahi perjanjian damai Indonesia-Jepang.

Tentang Dinar Firda Rosa 263 Articles
Peminat studi Teknik Informatika, saat ini bermukim di Malang - Jawa Timur