Wanita Tanpa Identitas Diduga Tewas Menabrakkan Diri ke Kereta

wanita tanpa identitas tewas menabrakkan diri ke kereta
wanita tanpa identitas menabrakkan diri ke kereta
sumber : LensaIndonesia

Ditemukan seorang wanita tanpa identitas mengenaskan. Penemuan wanita ini berada ditengah perlintasan Cipinang, Timur. Peristiwa ini terjadi pada Selasa, 10 September 2013pada pukul 09.30 WIB. Wanita tanpa identitas ini diduga tewas karena menghadang laju kereta yang datang. karena, sebelumnyaada saksi yang melihat korban menunggu kendaraan di halte Cipinang.

Junda, Kepala Cipinang menyatakan tidak mengetahui persis bagaimana kronologi tewasnya wanita tanpa identitas ini.

“Kronologis persis saya tidak tahu. Sekitar pukul 9.30 WIB kereta Argo Anggrek jurusan Jakarta-Surabaya melintas,” ujarnya kepada LensaIndonesia.com.

Pihaknya menjelaskan bahwa saat kereta telah lewat, terlihat selembaran koran berterbangan. Setelah itu tak lama kemudian ditemukan wanita tanpa identitas tersebut tewas dengan kondisi yang sudah tidak berbentuk.

“Kondisi sudah nggak berbentuk lagi, kalau diliat dari selangkangannya berjenis kelamin prempuan,” ungkapnya.

Dari lokasi kejadian, dikethaui korban memakai baju merah dan membawa tas. Dari hasil pemeriksaan polisi tidak ditemukan identitas didalam tas korban. Seorang saksi yang enggan disebutkan identitasnya emenuturkan bahwa dia melihat korban sebelumnya menunggu kendaraan dihalte Cipinang.

AKP Ambarita, Kanit Reskrim Polsek Jatinegara mengungkapan dugaan smentara korban tewas karena sengaja menabrakkan diri ke kereta yang sedang melaju. Pihakny akan menyelidiki lebih lanjut masalah penemuan mayat ini.

“Dugaan sementara korban bunuh diri dengan menabrakkan diri ke kereta yang lewat,” ujar Ambarita.

Amabrita menjelaskan korban selanjutnya dibawa ke RSCM untuk dilakukan outopsi.

Tentang Mirza Pratiwi 347 Articles
Kontributor berita, berasal dari Madiun: pusat pengembangan industri kereta api di Indonesia. Saat ini sedang menyelesaikan studi Teknologi Informasi di Universitas Negeri Malang. Penulis yakin bahwa masalah transportasi di Indonesia akan lebih baik jika difokuskan pada pembangunan sistem transportasi masal.