Warga Kelurahan Perak Utara dan PT KAI Berebut Lahan

berseteru dengan warga Kelurahan Perak Utara soal seluas 9 hektare di kelurahan tersebut. Rumah warga yang berada di RT 01 sampai RT 10, RW 01 kelurahan Perak Utara, kecamatan Pabean Cantikan diklaim berdasarkan peta rel yang dimiliki negara itu.

Lahan yang ditempati sekitar 1.400 kepala keluarga itu kabarnya diplot untuk terminal peti kemas. Kemarin (9/10) sejumlah warga Perak Utara mengadakan pertemuan dengan Pemkot . Di antaranya dengan Asisten Pemerintahan Hadi Siswanto Anwar.

Dalam kesempatan tersebut warga meminta bantuan pemkot agar bisa menjadi penengah. Salah seorang perwakilan warga Perak Utara Abdul Ghoni menjelaskan, itu terjadi baru lima bulan ini. “Secara tiba-tiba PT KAI mengklaim lahan yang sudah lebih dari 25 tahun ditinggali warga,” katanya kepada JPNN. Menurut mereka, warga setempat sudah menempatinya sejak tahun 1940an.

Ghoni menjelaskan, sebenarnya warga dan PT KAI telah melakukan pertemuan untuk memperlihatkan bukti masing-masing. Ternyata, PT KAI tidak dapat menunjukkan bukti kepemilikan lahan. “Hanya ada peta yang ditunjukkan dan diklaim sebagai lahan PT KAI,” ucapnya.

Masalah tambah rumit saat Kantor Kelurahan Perak Utara juga digusur. “Kami heran mengapa bisa kelurahan juga mau digusur,” cetusnya.

Sementara itu, Hadi Siswanto menjelaskan, pihaknya akan menyampaikan masalah tersebut kepada wali kota terlebih dahulu. [JP/YAP]

Tentang Masinis 182 Articles
Memulai karir menulis sejak duduk di bangku SMP sebagai layouter dan redaktur, dan membawa proses kepenulisannya hingga di bangku kuliah. 10 tahun terakhir aktif sebagai tenaga desainer di sebuah perusahaan yang berpusat di Malang. Beberapa tahun terakhir menjadi penumpang setia kereta api pagi rute Malang-Surabaya yang berangkat dari Stasiun Kotabaru jam 04.20 setiap hari. Sejak itu, penulis tertarik dengan segala hal tentang kereta api dan sistem transportasi publik.